Sabtu, 27 Juni 2020

Mereka yang Tersungkur karena Al-Quran


Kisah ini menceritakan seorang hamba Allah yang sangat peka terhadap firman Tuhannya. Pemahamannya terhadap Al-Quran dan rasa takutnya terhadap Sang Pencipta menyebabkan hatinya sangat luluh terhadap Al-Quran. Dia bisa jatuh tersungkur, menangis tersedu-sedu, pingsan, bahkan hingga wafat, karena mendengar lantunan Al-Quran. Bukan dibuat-buat, tapi benar-benar karena buah ketakwaannya.

Barangkali merekalah orang yang dimaksud dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أَقْوَامٌ أَفْئِدَتُهُمْ مِثْلُ أَفْئِدَةِ الطَّيْرِ

“Akan masuk surga sekelompok orang, hati mereka seperti hati burung.” (HR. Ahmad 8382 & Muslim 2840)

Dalam kitab Syarh Shahih Muslim (17/177), Imam Nawawi menyebutkan, ada 3 pendapat ulama dalam memaknai orang yang hatinya seperti hati burung.

Pertama, orang yang hatinya lembut, pemahaman agama dan hikmahnya banyak.

Kedua, orang yang hatinya mudah takut kepada Allah, mudah dinasihati dan kembali kepada kebenaran.

Ketiga, orang yang hatinya sangat bergantung dan tawakkal kepada Allah, seperti burung yang berikhtiar mencari makan di pagi hari dalam perut kosong, lalu kembali dengan perut kenyang.

Hati yang sangat lunak dan lembut dipenuhi dengan ketakutan kepada Allah sehingga mudah kembali pada jalan-Nya. Sebagaimana burung, binatang yang sangat peka dan mudah kaget.

Diantara hamba Allah yang bisa mencapai derajat semacam ini adalah Ali bin Fudhail bin Iyadh rahimahullah. Beliau digelari qatilul qur’an (orang yang ‘dibunuh’ Al-Quran). Al-Munawi dalam Faidhul Qadir (6/460) mengatakan:

وسمي علي بن الفضيل قتيل القرآن

“Ali bin Fudhail digelari qatilul quran”

Beliau bukan ahlul bait. Bukan pula keturunan kerajaan. Beliau putra seorang ulama yang dikenal sangat zuhud, Fudhail bin Iyadh rahimahullah.

Diceritakan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (2/302), dari Muhammad bin Bisyr Al-Makki, beliau bercerita:

Pada suatu hari kami bernah berjalan bersama Ali bin Fudhail. Kemudian kami melewati daerah Bani Al-Harits Al-Makhzumi, yang pada saat itu ada seorang guru  yang sedang mengajar anak-anak. Kemudian sang guru membaca firman Allah:

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى

“Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).” (QS. An-Najm: 31)

Tiba-tiba Ali bin Fudhail langsung teriak dan jatuh pingsan. Datanglah ayahnya dan mengatakan: “Sungguh, dia terbunuh karena Al-Quran.”

Kemudian dia dibawa pulang. Salah seorang yang membawanya pulang bercerita bahwa Fudhail, ayahnya mengabarkan, Ali tidak bisa shalat pada hari itu, shalat dzuhur, asar, maghrib, dan isya karena koma. Pada tengah malam dia baru tersadar.

Di lain kasus, Ibnu Qudamah menceritakan kisah seorang pemuda dalam kitabnya At-Tawwabin. Seorang pemuda dari Al-Azd. Beliau menghadiri majlis ilmu. Ketika beliau mendengar ada orang yang membaca firman Allah:

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ

Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya. (QS. Ghafir: 18)

Tiba-tiba, beliau jatuh tersungkur, pingsan. Akhirnya dia diangkat di tengah keramaian banyak orang dalam kondisi pingsan. Masya Allah..sebegitu pekanya keimanan orang-orang yang hatinya telah tersbung begitu kuatnya dengan Kalamullah.

Bila kita renungkan Ramadhan kali ini sesungguhnya memberikan peluang dan kesempatan besar untuk menghadirkan hati yang seperti ini. Memperbanyak tadabbur qur'an, muhasabah, tafakkur menemukan hikmah dari setiap peristiwa kehidupan kita. Memperbanyak istighfar dan bertaubat sambil bertawakal agar sukses meraih kemenangan Ramadhan dengan mendapatkan buah ketaqwaan. 

Ya Rabb, jadikanlah kami hamba-Mu yang lunak hatinya, dan mencintai mereka yang lunak hatinya karena cinta dan takut kepada-Mu ya Allah..

اللّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنَ الَّذِيْنَهُمْ أَهْلُكَ وَخَآصَّتُكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

"Ya Allah.. jadikanlah kami keluarga Al-Qur’an,
yaitu orang-orang yang menjadi keluarga-Mu dan yang Engkau khususkan.. 
Wahai Yang Paling Penyayang diantara yang penyayang"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan kalimat yang baik dan sopan, tidak mengandung SARA, kekerasan ataupun pelecehan.

Untuk pertanyaan dan pemesanan, hubungi kami (SMS/WA Only):

CS1 (08111980188)
CS2 (083129586078)

Terima kasih... ^-^